Gerakan Anti Sinetron



Sumber dari Blog…Kampung Madura…http://kampungmadura.com, sebelumnya saya mohon maaf pada kampungmadura.com, ini saya posting lagi di ANAK MUDA INDONESIA, sebelum dapat Izin…:D
Beberapa alasan bagus yang saya temukan di salah satu forum terbesar karya anak bangsa, mulai sekarang stop nonton sinetron Indonesia. Anda tahu sendiri gimana kualitas sinetron Indonesia, gak berkualitas banget, amatiran, saya dengan tegas bilang bahwa mereka (baca:produser) kerja gak pake otak, kerja level perut.

Klo begitu mereka gak nasionalis dong ? eitsssss, mungkin saja iya, terus yang nasionalis yg bagaimana ?. Mereka tidak sedang membangun bangsa tapi merusak bangsa dengan sajian sinetron gak bermutu dan gak berkualitas yang mereka buat.

Alasan kenapa anda dan lingkungan sekitar anda minimal keluarga anda harus berhenti nonton sinetron Indonesia mulai dari sekarang juga:

  • Ada adegan menampar pacar yang dikira selingkuh/istri yang selingkuh padahal cuma ketemu teman, terus menyewa orang untuk menyelidiki;
  • Ada menangisnya (kayaknya hampir semua film deh ada) tapi di sinetron Indonesia hal ini paling mendominasi di setiap episode. (biar masuk nominasi pemeran nangis terbaik versi FFI);
  • Banyak sekali yang mengajarkan balas dendam ( kayak film India saja);
  • Serinya dibikin panjang- panjang takut kehabisan bahan. Dengan alasan ratingnya naik. (padahal ngebosenin);
  • Biasanya ceritanya rebutan warisan. Atau warisannya jatuh pada anak/cucu yang sudah lama hilang. Atau rebutan kekuasaan atau rebutan anak;
  • Kalo adegannya masih sekolah hampir dipastikan ceritanya tentang rebutan pacar dan biasanya yang rebutan yang cewek dan tokoh yang disenangi si cowok anaknya miskin atau pas2an dan baru masuk atau pindahan dari sekolah lain (tapi anehnya bisa masuk sekolah elite) terus ada yang sudah merasa memiliki si cowok yaitu cewek yang kaya dan punya geng (biasanya anak kepala yayasan);
  • Orang kaya selalu menjadi tokoh yang jahat (apa udah nggak ada orang baik yang kaya?);
  • Kalo pinjam utang selalu pada orang yang sama sampai akhirnya rumahnya disita (gampang banget nyita rumah);
  • Tokoh yang baik biasanya melarat dan bodoh. Gampang dibohongin. Dan paling sering tokoh baik hampir tidak pernah minta tolong pengacara dan kalah. Minta tolong polisi juga selalu gagal;
  • Tapi giliran tokoh jahat minta bantuan polisi atau pengacara hampir dipastikan menang. Dan yang paling sering yaitu pengacara dengan gampangnya disuruh mengganti isi warisan dengan diberi imbalan uang banyak (ini yang merusak citra pengacara. Tapi memang banyak sih he.he.he), terus hartanya dikuasai dan seisi rumah diusir (adegan ini sudah katro banget);
  • Tokoh yang baik biasanya lebih goblok dari tokoh yang jahat (tokoh yang jahat idenya selalu cemerlang meskipun masih anak kecil sekalipun) ;
  • Bila kisahnya sedih pemeran utama yang baik selalu menderita bertubi-tubi biar dikira mengharukan;
  • Dimulai dengan bangkrut karena ditipu (emang seorang pengusaha yang sukses gampang percaya orang ? Sama anak sendiri aja kadang nggak percaya apalagi orang lain), terus dilanjutkan dengan jatuh sakit, mau berobat nggak punya duit. (mantan direktur kok sebegitu amat nggak punya duit. Koruptor aja yang masuk penjara aja duitnya masih banyak). Cari kerja susah biasanya jadi kuli pasar. (emangnya nggak punya teman, saudara atau mungkin dia lahirnya nggak sama orang kali yeeee….);
  • Tidurnya di emperan toko terus paginya diusir sama penjaganya. Biasanya mengalami kecelakaan terus menerus, kalau dipasangi jebakan selalu masuk;
  • Habis itu ditolong oleh teman yang tidak tahu darimana datangnya;
  • Dimanapun tokoh utamanya bersembunyi atau mengasingkan diri, selalu ditemukan oleh tokoh jahat (kayaknya wilayah Indonesia cuma sebesar perumahan kali ya?);
  • Kebanyakan kalo ceritanya mau selesai, selalu ada saja halangan. Entah jadi lumpuh dan nggak bisa ngomong, tertabrak mobil terus koma, habis tertabrak mobil mau sembuh kemudian jatuh dari tangga atau kebetulan disandera oleh penculik atau naik bis ketiduran terus nyampai dimana nggak tahu dan nggak punya ongkos pulang;
  • Dilanjutkan dengan kisah cari duit buat makan dan ongkos tapi kenalan dengan pemuda baik dan dilanjutkan dengan jatuh cinta. (ceritanya semakin ngawur saja);
  • Penyakit yang sering adalah kanker otak, TBC (biasanya kalau batuk batuk terus di tisunya ada darah) dan yang penyakit paling baru dan lagi ngetren disinetron yaitu : akibat jatuh atau dengar berita jadi kaget atau kecelakaan terus jadi STROOK + LUMPUH nggak bisa ngomong dan nulis yang menyebabkan jalan cerita nggak jadi selesai. (kenyataan sangat jarang terjadi, paling2 patah tulang);
  • Nggak ada yang menceritakan keluarga yang harmonis. (gara2 kebanyakan nonton sinetron);
  • Bintangnya banyak menggunakan artis indo (maksudnya blasteran sama bule biar cakep padahal akting pas2an);
  • Yang lebih nggak masuk akal lagi pemeran yang berwajah indo bisa menjadi tokoh gelandangan. (emangnya pernah lihat anak indo yang jadi gelandangan atau pengemis atau melarat? nggak kreatif banget!!!!);
  • Pemeran utama berwajah sangat cantik kadang jadi pembantu. ( mending dijadikan istri boss);
  • Kalo berantem sesama laki2 sampai luka luka nggak ngerasa sakit. Tapi giliran dipegang sama pacarnya teriak-teriak kesakitan (dunia emang aneh tapi rata2 film indonesia dari jaman dulu banget sudah begitu);
  • Cerita anak orang kaya punya pacar orang miskin masih banyak. Dan biasanya ditentang oleh salah satu orangtuanya dan orang tua yang satu membela;
  • Yang kaya juga wajahnya seperti orang kaya pada umumnya yang miskin juga miskin baik wajah, rumah maupun bajunya. Lihat aja Si Kipli yang jadi orang miskin. Siapapun pasti juga mengira pasti Kipli miskin;
  • Biasanya yg pemeran antagonisnya bacotnya lebih gede dari terompet (kayanya kalo uda bisa acting marah2 di tv uda paling bagus actingnya). Jadi Inget Meriam Belina…;
  • Pemeran yg baik selalu keliatan baik bangetttttt….. Ga pernah marah biar diapain jg….selalu ngalah, hatinya suci bangettt….. (MUNA bangetttt semut aja di injek gigit om)…..Naisylla Mirdad kali ye….;
  • Nggak ada cerita tentang orang miskin ketemu orang miskin, selalu aja orang miskin ketemu orang kaya terus orang kaya jatuh cinta ama orang miskin, setelah itu orang kaya jatuh miskin dan tidak lama kemudian baru ketahuan kalau orang yang miskin ternyata keluarga nya dulu kaya raya;
  • Judul Sinetronnya biasanya satu kata aja…dan biasanya namanya sang tokoh utama…lalu soundtracknya diambil dari lagu yang lagi ngetrend…. gak percaya…liat deh..INTAN, CAHAYA, JELITA, MENTARI, CANDY, dll bla.. bla.. bla…

Masih mau nonton sinetron Indonesia ?, terus tontonan yang bagus tuh yang bagaimana ? tontonan yang bagus kata para seniman sejati adalah “Tontonan yang Bisa menjadi Tuntunan dan Tatanan”, misal (bukan promosi, karena emang bagus); Naga Bonar Jadi 2. Lho itu kan film!! tapi ya mestinya kira-kira kayak gitu klo bikin sinetron atau film, jangan horor melulu.

http://anakmudaindonesia.wordpress.com/

Posted on 7 Maret 2009, in SEPUTAR KOMUNIKASI. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Gue tergolong yang PALING ANTIIII SINETRON … Jangankan nonton, mendengar suaranya aja gue udah mau MUNTAH !!! … Gue dukung GERAKAN ANTI SINETRON ini … Tapi jangan hanya ngomong aja, BUKTIKAN gerakan ini dengan USAHA DAN TINDAKAN NYATA. Beberapa hari ini saya sudah mempermasalahkan eksistensi sinetron ini ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)bahkan saya juga sudah memberi laporan panjang lebar ke presiden SBY, tinggal menunggu reaksi dari mereka … Nah, sekarang apa yang sudah anda-anda lakukan ??? Apakah anda hanya berhenti sampai menghujat-hujat doang ??? … Coba sekarang bagi anda-anda yang kebetulan punya kekuatan/kekuasaan, punya finansial yang kuat, punya koneksi di pemerintahan buat tindakan yang nyata dan sama-sama kita lakukan. Kalau tidak maka GERAKAN ANTI SINETRON lebih baik “GO TO HELL” aja.. (edyervianto@yahoo.com)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: