Menanti Asa di Jalur Gaza



palestina-ruyat-134-b3

Konflik di jalur gaza merupakan buntut dari serangan pejuang hamas palesetina terhadap Israel. akibatnya, rakyat pelestina kembali, lagi, dan selalu menjadi korbannya. lalu siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap terbunuhnya manusia-manusia yang tidak berdosa ini? jawabannya adalah pejuang Hamas dan Israel.jika saja hamas tidak meluncurkan roket-roket kerdilnya ke negara yahudi tersebut, barangkali korban-korban di jalur gaza tidak akan berjatuhan, dari balasan israel yang lebih dahsyat melalui serangan darat dan udaranya.sebaliknya,kalau israel pun menyikapi serangan hamas ini dengan hati nurani, dengan tidak mengorbankan sipil di jalur gaza,mungkin tidak terlalu masalah.

namun namanya sebuah konflik sangat jarang dan mustahil malah, apabila suatu peperangan, kaum sipil menjadi penonton layaknya menikmati pertandingan sepak bola di eropa dengan aman dan nyaman. kendati tidak sepenuhnya atau selalu 100% terjamin selamat.

terkait peperangan yang sudah mengkhawatirkan ini, PBB belum juga bersikap apa-apa. lembaga tertinggi di dunia ini seringkali terkesan impoten manakala menyikapi konflik di jalur gaza. begitu pun Amerika, Barack Obama yang diharapkan membawa perubahan pada perdamaian palestina dan israel tidak kalah lemah sahwatnya dibandingkan dengan PBB. beliau yang satu ini beralasan terlalu pragmatis dengan statment, baru bisa mengambil keputusan setelah dilantik 20 januari mendatang. sebuah pernyataan yang mengecewakan dan terkesan hati-hati. apa salahnya Obama cukup mengatakan “perang harus segera dihentikan, Tentara israel harus menarik pasukannya dari jalur gaza, dan Hamas menghentikan serangan rudalnya ke Israel”. hanya dengan pernyataan itu, setidaknya wibawa dan sanjungan kepada Obama akan semakin baik di mata dunia. walaupun hal itu sebatas kepedulian kosong.

sekarang kita hanya bisa menunggu sampai 20 januari nanti. apakah setelah pelantikan Obama, gencatan senjata akan terjadi dan terciptanya perdamaian permanen, atau bahkan amerika bertindak khilaf justru memborbardir Israel membalas dari segala tindakan yang dilakukan negara yahudi itu. kita hanya berharap dengan mengucapkan Amin…yang pasti keputusan Indonesia mengirimkan relawan medis maupun perlengkapannya seperti obat-obatan ke Palestina adalah tindakan yang terpuji dan paling dibutuhkan saat ini, jika dibandingkan pengiriman relawan perang ke sana.

tidak hanya itu, Indonesia sebaiknya juga mengirimkan lumpur lapindo yang ada di porong, sidoarjo. nantinya lumpur ini dapat berguna mencetak batu-batu untuk persediaan bahan perbaikan guna kembali membangun fasilitas-fasilitas yang hancur di jalur gaza.

*Penulis adalah pengamat timur tengah, pernah berdomisili satu tahun di palestina sebagai guru mengaji, eksportir depot air minum, dan pengusaha pulsa M-KIOS.

Sumber

http://anakmudaindonesia.wordpress.com/

Posted on 7 Maret 2009, in ARTIKEL LEPAS. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. reny guspratiwi

    kenapa nak IslMIC Centre tak dikenalkan lebih luas dengan internet kak?
    saya nak islamic lho dulunya,,,sekarang saya di Insan Cendekia Serpong,,,saya merasa tertinggal kemampuan internetnya kak,,,
    ni masukan dari saya , tolong sampaikan pada guru-guru ya kak! makasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: