Apapun Partai nya,..pemenangnya adalah….rakyat !


kira-kira begitu deh kesan gw waktu ngeliat satu demi satu surat suara dibuka…mayoritas partai dan calon leg ngga dicontreng sama sekali…dari 40 an partai…yg ‘hadir’ di perhitungan ngga lebih dari 6 aja…dari enam itu pun sebagian besar nyontreng partai…bukan caleg.

dari mini case di tps ini sebenarnya banyak banget yg bisa diambil…pagi ini di kompas pak rektor ui prof Gumilar menulis the devil is in the details ! benar sekali pak….kebanyakan komentar yg bersliweran sekarang ini tidak pernah menukik pada detailnya..makanya jadi konyol dan sebagai publik yang berhak mendapatkan informasi baik dan benar…sekarang ini kita seperti nonton bola tapi banyak tukang minuman mondar mandir…ngehalangin pandangan !

bayangkan, ngakunya pengamat politik tapi ditanyain soal IT n statistik juga hayuh..jawab terus…makin keliatan konyol jawabannya….tentang DPT lah ..beliau ini bisa menyebutkan jumlah pemilih yang hilang suaranya diDPT berdasarkan kehilangan 20% suara di satu TPS..entah tps yg mana dan entah dari mana dia dapat ini angka…lalu digeneralisir dikalikan dengan seluruh TPS di Indonesia !!!! luar biasa..dari situ dia dapat angka yg hilang…lalu disebutkan juga terjadi penggelembungan angka DPT..dibandingkan dengan tahun 2004 terjadi kenaikan 10 jutaan katanya…lah kan memang anak2 SMA jadi layak milih..tentu aja nambah bung, soal berapa nambahnya, itulah detail yg ada perlu kaji..tapi jangan mentang2 nambah banyak lalu otaknya langsung curiga…terjadi penggelembungan. kesian banget ya….gw juga ngga tau berapa nambahnya, tapi yg jelas perlu didalami, itu saja.

Kalo suara yg tidak ada di DPT, gimana ya tau jumlahnya…kira2 dari mana para ahli itu bisa menuduh telah terjadi kecurangan sistematis lewat DPT….kombinasinya kan ada di dpt, dan milih, lalu ada di dpt dan tidak milih, tidak ada di dpt dan dateng tapi ngga bisa milih, terakhir tidak ada di dpt dan tidak milih…nah angka yg disebut hilang itu kan yg kategori tidak ada di dpt dan dateng mo milih…memang ada begitu yg mencatat orang tipe ini ?

waktu 2004 kan didatengin satu2…dikasih stiker tanda sudah terdaftar…lalu dibawa ke kelurahan..sekarang kayanya kita cuma dikasih formulir..dasar warganegara..macem2, ada yg males ada yang ngga perduli..formulir ngga lengkap baliknya..dibawa ke kelurahan…tau deh diinput or not disana…jadi kuncinya di birokrasi ! siapa yg mengawasi birokrasi di tingkat terrendah..kelurahan begitu…bahwa mereka sudah memutakhirkan data 2004….kan ngga ada yg urus ini sebelum pemilu..sampai pada akhirnya dah telat deh.

ide milih dengan ktp aja sungguh baik adanya….amat sangat baik dan efisien dengan asumsi semua berpikir normal..problemnya yg membuat aturan..dpr terutama..adalah orang2 yg terbiasa memanipulasi apa saja..mulai dari pernyataan ,komentar hingga duit..jadi pikirannya orang lain pasti akan melakukan yg sama…selanjutnya kalau bikin aturan yg njlimeeeet dan basisnya curiga….pakai ktp ngga mungkin masuk diakal orang2 ini..karena takutnya nanti digelembungin suaranya dengan pemilih palsu..lah kan ada tanda tinta ! ato surat suara dimanipulasi…he..he..susyah ya berurusan dengan orang yg curiga all the time. berapa kuat sih orang menggelembungkan suaranya…asal ktp dibawa, kan lebih mudah, dicatet nomor ktpnya..langsung mililh…tinggal aja bawa daftar no ktp dari kelurahan yang sudahdisortir per rw gitu…kan tinggal ngelingkarin aja…duh mungkin terlalu memudahkan ya…

intinya, menurut gw tidak ada yg tau berapa yg tidak terdaftar dalam dpt…kecuali orang itu protes dan didaftar..jadi selama ini yg dikomentari adalah benda yg wujudnya sebenarnya tidak pasti, tidak tahu berapa dan siapa….

balik lagi ke urusan partai dan caleg gurem…sekali lagi mereka ‘menggunakan ukuran bajunya’ ke orang lain…dengan model2 kampanye tradisional selama ini mereka pikir rakyat itu bodoh semua…dan bisa dipengaruhi lewat kampanye bodoh mereka…karena tidak ada yg protes, maka kampanye bodoh buat orang bodoh itu dianggap ok saja, hingga pada akhirnya rakyat (paling ngga di tps tempat gw) bertindak…tidak milih para gurem ini !

para pimpinan partai yg ge-er dan banyak omong itu memang mirip orang yg meludah disana sini..mengumpat dan memprotes..tapi tidak segan-segan menjilat ludahnya nya..he..he..he..jijik ye. bayangkan, udah untugn masih dikasih posisi menteri…eh malah protes kebijakan pemerintahan sekarang…bukanya mikir..apakah menterinya perform or not..malah cuap2 gede…dah gitu yg paling parah begitu tau cuma dapet 5 persen doang, lalu koalisi…lupa deh sama gayanya sebelum pemilu yg mirip2 partai mayoritas….lah negara gw ini bakal diatur sama orang2 kaya gini nantinya…yg segera merapat ke partai yg menang..demi mengamankan posisi menteri…dasar ngga punya pendirian.ada lagi pimpinan partai yg bilagn mo koalisi dengan partai pemenang…lah..partinya aja bakal terhapus dari bumi ini..gara2 ngga nyampe threshold…paling ngga menteri n anggota dpr dari partai ini seharusnya bakal punah ….rasa2nya para pemimpin partai dan para caleg itu perlu mawas diri..pertama jangan dengar para tim sukses..mereka orang2 yg memang cari makan saja…kedua, belajarlah dari pengalaman setiap pemilu..ngga ada kejutan sebenarnya, kerja aja yg normal, jangan korup..pasti partainya diinget rakyat..

kenapa demokrat menang jauh.padahal kita juga ngga tau kok infrastruktur n kadernya di masyarakat..simpel aja..5 tahun ini stabilitas tercapai…kekurangan disanasini pasti ada…antara lain karena menterinya dari koalisi gombal itu juga….bangsa ini bukan bodoh untuk tau bahwa presiden yg bawa bangsa ini ke arah stabilitas…nah karena milihnya partai..dipilih lah partai nya presiden..meskipun kita ngga tau kinerja orang2nya di dpr…(kecuali yg ketangkep urusan haji dulu plus urusan alih fungsi di sumsel) nanti kalo milih presiden langsung…dah jelas, pasti kepilih incumbent…orang memilih atas dasar apa yg dirasakannya..sekali lagi ini di tps gw aja…kalo ada yg coba2 mengeneralisir pasti jadi salah….karena keberagaman indonesia yg luar biasa….tapi sekali lagi, kurva normal berlaku..ada orang yg ekstrim milih, ada yg golput, yg paling besar adalah tidak punya pilihan…ini yagn menggunakan perasaan untuk memilih …

http://pahalanainggolan.wordpress.com

Posted on 13 April 2009, in ELLECTION NEWS BLOG 09. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: