Reshuffle Kabinet Dinilai Abaikan Latar Belakang Menteri


Rabu, 19 Oktober 2011 | 09:31 WIB —– Tempo/Tony Hartawan

TEMPO Interaktif, Jakarta – Pengamat politik sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pelita Harapan, Tjipta Lesmana, menilai menteri-menteri hasil reshuffle kabinet yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Rabu pagi ini, 19 Oktober 2011, mengecewakan masyarakat. Sebab, menteri-menteri yang dibongkar pasang oleh Presiden SBY dinilainya tidak cocok untuk menduduki pos kementerian yang baru.

Contohnya, E.E. Mangindaan yang awalnya menempati pos Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dianggap gagal dalam melaksanakan tugasnya, justru dipindah ke Kementerian Perhubungan. “Dia (Mangindaan) tidak punya keahlian di Perhubungan, mungkin hasilnya akan sama seperti Freddy Numberi, gagal,” katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 19 Oktober 2011.

Tjipta juga menilai ada ketidakcocokan dengan pemindahan Marie Elka Pangestu dari Menteri Perdagangan ke pos Menteri Pariwisata. “Marie itu doktor ekonomi lulusan Australia, walau dia tidak begitu berhasil di perdagangan, tapi kok malah ditaruh di pariwisata, seperti badut saja,” ujarnya.

Kemudian Jero Wacik yang sudah tujuh tahun mendiami pos Kementerian Pariwisata malah di-rolling ke Kementerian ESDM. Menurut dia, keputusan ini sangat mengecewakan, sebab Jero dianggap tidak cakap dalam mengurusi permasalahan Energi dan Sumber Daya Mineral. Tjipta pun beranggapan pemindahan Jero Wacik ini tak ubahnya karena kedekatan Presiden dengan sang kader Demokrat itu. “ESDM kan pos yang ‘basah’, banyak misteri tentang BBM, apakah yang harus memegang ESDM dari orang dekat SBY,” katanya.

Selain Jero Wacik, dia menyebut Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang tidak dicopot meski bisa dibilang kinerjanya kurang memuaskan. Tjipta mengatakan penyebab tidak di-reshuffle-nya Muhaimin lantaran ia wakil partai anggota koalisi yang sangat patuh dengan SBY. “Begitu juga dengan Andi Mallarangeng, jadi seperti pertimbangan balas budi saja.”

Tjipta juga mencium aroma kemajemukan bangsa dalam reshuffle ini. Hal itu dilihat pada dipilihnya Rektor Universitas Cenderawasih Papua, Beltazar Kambuaya, yang dianggapnya seperti terkena petir di siang bolong karena keputusan tersebut diambil Presiden secara mendadak. Tjipta pun mempertanyakan kompetensi apa yang dimiliki Berth sehingga didapuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup.

Sumber : Tempointeraktif.com

Posted on 19 Oktober 2011, in POLITIK and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: