Merajut Asa di Sehelai Benang; Catatan Perempuan Terberdayakan dari Negeri Kepulauan


Oleh Assyari Abdullah, S.Sos.[1]

Tarempa (03 Januari 2013), Mendung mengganyut dilangit Tarempa, hempasan ombak silih berganti memecah tebih-tebing penahan tanah kota tua itu, “beginilah lah pak, ditarempa kalau sudah memasuki musim utara obak mencapai enam meter dan akan berakhir diwal maret 2014 mendatang” tutur Idrus Fasilitator Keuangan Kabupaten Kepulauan Anambas diselah-selah kunjungan kami ke Gedung Pelatihan Menjahit bagi Ibu-Ibu Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan.  Ditengah guyuran gerimis yang berkepanjangan menyelimuti jantung Ibu Kota Kepulauan anambas itu terdengar bunyi-bunyian khas hasil dari kepiawaian jemari dan hentakan kaki ibu-ibu menggerakan mesin jahit di gedung bangunan PNPM Mandiri Perdesaan Kepulauan Anambas tersebut. Kaum hawa terlihat sembringah melakukan aktifitas mereka sehari-hari selaku penjahit di desa Tarempa Barat. ibu-Ibu kita latih selama sembilan puluh hari efektif  untuk memahami dan mengenal teknik menjahit, memotong membuat pola, kata Rifangi, Fasilitator Teknik Kecamatan Siantan.

assyari_abdullah_camera_tarempa_brt_1

Dibawah asuhan tangan dingin Pak De -Pangilan akrab Ngadiman- sang Pelatih Menjahit bagi ibu-ibu tersebut sudah mengantarkan ibu-ibu desa Tarempa Barat mulai terberdayakan melalui keterampilan menjahit. Ngadiman dengan telaten membimbing kaum hawa dalam mengoperasikan mesin jahit, bahkan Ngadiman sendiri pun merasa puas dalam melatih ketika melihat masyarakat kampungnya mulai bisa mengoperasikan mesin jahit, memotong kain dan membuat pola dengan professional sehingga bisa mengangkat ekonomi keluarga masyarakat di perdesaan, saya merasa puas melihat masyarakat pandai menjahit dan membuat pola kata Ngadiman dalam selah-selah kesibukannya dalam memainkan mesin jahit. Jam ditangan bercerita, bahwa hari sudah siang, Ibu-ibu pulang ke rumah masing-masing untuk sekedar makan siang atau istirahat sejenak menghilangan rasa penat dan letih dalam mengarungi aktivitas baru mereka dalam mengumpulkan pundi-pundi Rupiah. Harapan program untuk memberdayakan masyarakat terjawab sudah, fasilitasi yang dilakukan oleh fasilitator secara berjenjang mengantarkan kaum hawa di Desa Tarempa Barat tersebut menjadi wanita berdaya, sekarang ibu-ibu sangat sibuk dengan aktivitas mereka untuk memenuhi permintaan pasar kata Pak De selaku Pelatih.

Pelatihan yang berlangsung Sembilan puluh hari efektif tersebut tidak disia-siakan oleh kaum ibu-ibu Desa Tarempa Barat, berbekal sepuluh mesin jahit dan dua mesin obras ibu-ibu tersebut sudah mahir mengoperasikan mesin bantuan dari PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Siantan tersebut.

Mengumpulakan pundi-pundi Rupiah

Tujuan mulia lahirnya PNPM Mandiri Perdesaan sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan terjawab sudah, pelatihan untuk menambah keterampilan bagi kaum hawa di kampong sudah memperlihatkan geliat perkembangan yang menggairahkan. Setelah kelompok ibu-ibu tersebut dipandang mampu dalam hal jahit menjahit ternyata berujung kepada usaha bersama dan pesananpun membanjiri sudah. Berdasarkan pantauan IEC ketika melakukan kunjungan Dinas kesana setidaknya Kelompok jahit Ibu-ibu tersebut sudah banyak mendapatkan orderan dari masyarakat sekitar, mulai dari Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas, Sekolah dasar, organisasi kemasyarakatan maupun perseorangan silih berganti untuk mendapaatkan hasil karya ibu-ibu asuhan Pak De tersebut.

assyari_abdullah_camera_tarempa_brt_2

Ngadiman Pelatih Menjahit bagi Ibu-Ibu Desa Tarempa Barat disela-sela waktu istirahat mengajarkan Ibu-Ibu untuk menjahit

Disela-sela kesibukannya Pak De bertutur kalau usaha yang digeluti oleh Ibu-Ibu tersebut pasca pelatihan yang dilaksanakan oleh PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Siantan itu rata-rata sudah bisa putaran omsetnya mencapai Sembilan juta Rupiah perbulan, ini tentunya bisa mengangkat ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di Desa Mereka.

Tambahan Mesin dari Disperindag

Melihat geliat perkembangan usaha ibu-ibu tersebut ternyata juga bisa mencuri perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas. Disperindag akan berencana membantu Usaha Penjahitan itu dengan beberapa mesin yang diharapakan bisa mensupport kinerja masyarakat dalam mengangkat ekonomi keluarga. Kita sudah mengupayakan dan sudah kita urus,  dalam waktu dekat bantuan dari Disperindag tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh kaum ibu-ibu dalam mengembangkan usaha penjahitannya tutur Yustoto selaku Fasilitator Kabupaten Kepulauan Anambas disela-sela perbicangan kami di Gedung yang juga dibangun oleh PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Tarempa.

Ketelatenan Ibu-ibu merajut benang menyatukan lembaran demi lebaran kain untuk dijadikan pakaian sehingga menjadikan menit demi menit waktu yang dilalui ibu-ibu tersebut berbuah Rupiah, dari Tarempa merajut Asa dari sehelai benang demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah sebagai pendapatan tambahan bagi keluarga mereka yang tergabung dalam Usaha Penjahitan pakaian tersebut, semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok yang lain dalam upaya menambah pendapatan keluarga dalam mengangkat keterpurukan masyarakat dari jeratan kemiskinan, Semoga*

[1] Penulis adalah Information Education and Communication Specialist PNPM Mandiri Perdesaan Kep. Riau

Posted on 24 Agustus 2015, in GOOD PRACTICES and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: