Daimun, Pahlawan Air Bersih Dari Kundur


Kundur, Tanjung Balai Karimun – Kerutan telah menghiasai rawut wajahnya, seolah memberitanda bahwa kalau Pak Daimun bukan muda lagi, walaupun kulitnya sudah muali mengendur akibat dimakan usianya tapi semangat Pak Daimun sebagai TP3 di Desa Kundur untuk membantu masyarakat tidak pernah surut. Desa Kundur adalah sebuah desa yang terletak di Pulau Kundur 15 Menit perjalan air dari Tanjung Balai Karimun melalui selat belia.
Sebagai negeri yang berpulau dan dikelilingi oleh laut maka kesulitan mencari air bersih adalah sebuah permasalahan yang sudah turun temurun seolah-olah telah menjadi warisan untuk anak cucu sekarang dan nanti.

ASSYARIABDULLAH.WORDPRESS.COM-DAIMUN-PAHLAWAN-AIR-BERSIH-DIKUNDUR.JPG
Daimun SelakuPemelihara Aset PNPM Mandiri berupa Pipanisasi Air Bersih, memperlihatkan jadwal Operator Mesin untuk satu Tahun.

PNPM Mandiri perdesaan berusaha untuk memutus matarantai warisan yang tidak elok ditinggalkan untuk anak cucu kedepan melalui program Air bersih didesa Kundur pada tahun 2009 silam, alhasilnya PNPM berhasil membangun sumber Air bersih yang layak dikosumsi oleh masyarakat kundur. Sehingga warisan tersebut pupus sudah.

Pak Daimun yang merupakan pensiunan BPS Kabupaten Karimun, yang mencurahkan perhatiannya kepada kehidupan social masyarakat sehingga masyarakat tidak segan-segan memilik Pak Daimun untuk menjadi TP3 Air bersih di tempatnya.

Ki-Ka : Yance selaku FK Kundur Barat, Daimun sebagai Tim Pemelihara dan Saripudin sebagai Faskab Integrasi PNPM Mandiri Perdesaan Kab. Karimun meninjau Program Pipanisasi Air Bersih di Desa Kundur (12/6/13)

Sebagai sumber kehidupan, pak daimun memelihara sumber air layaknya memelihara anaknya sendiri, karena dia menyadari betap sulitnya hidup tanpa ada air. Setiap hari dan saban waktu pak daimun tidak segan-segan untuk memperhatikan, memeliharan dan memperbaiki dikala ada kerusakan yang terjadi pada mesin, pipa dan sumber air. Tanpa ada upah dan gaji dengan senang hati pak daimun mencurahkan perhatiannya kepada benda bernama air.
Dengan kesejukan dan kepiawaianyanya dalam memenej Air bersih kini air tersebut sudah bisa melintasi jalan dan sela-sela rumah warga bahkan sudah masuk kedalam perumahan masyakarat. Air bersih tersebut dengan kencang mengalir kedalam rumah warga berkat bantuan pak Daimun. Dengan modal seadanya pak daimun dengan menggunakan uang pribadi rela membelikan meteran air sebanyak 14 buah untuk dipasang dirumah warga untuk mengontrol debit air yang dipakai oleh masyarakat.
Pemberdayaan yang awalnya secara sukarela, kini telah disentuh oleh manajemen yang professional ala pak Daimun. Walapun pembukuan dan bukti-bukti transaksi belum tersentuh oleh komputerisasi tapi administrasi yang dilakukan pak Daimun sangat modern dan professional. Pak Daimun mencatat setiap Rupiah pun yang keluar masuk atas nama air. Bahkan untuk rumahnya sendiri pak Daimun juga harus mengeluarkan koncek untuk membayar tagihan air secara bulanan. Semua kuitansi, administrasi yang khas dengan tulisan tangan tersebut tersimpan rapi dan teratur. Namun disela-sela rutinitasnya dalam memelihara air, Pak Daimun sejujurnya menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari tanah tempat sumber air yang kemudian hari diprediksiNYA akan menumbuhkan permasalahan, pipa pecah, kelangkaan BBM sampai belum terkabulkannya keinginan pak Daimun untuk mendapatkan Peraturan Desa untuk mendapatkan kekuatan secara defakto, semoga mimpi Pak Daimun untuk cepat terwujudkan, dan kita berharap semoga akan muncul Daimun-Daimun yang lain. Salam Dari Perdesaan

Posted on 19 Januari 2016, in GOOD PRACTICES, Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: