Gerindra


Partai Gerakan Indonesia Raya

gerindra

Berjuang bagi Indonesia Mandiri

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) muncul sebagai manifesto dari perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah. Berdasarkan kondisi saat ini, kesejahteraan masyarakat bawah, mulai dari petani, pedagang, buruh dan lain sebagainya, terkadang luput dari perhatian pemerintah.

Partai Gerindra yang dideklarasikan awal Februari 2008 merupakan partai yang baru sekali mengikuti pemilihan umum, yakni Pemilu 2009. Bagi masyarakat kecil, munculnya Partai Gerindra tentu cukup memberikan harapan baru yang mampu memberi warna tersendiri dalam perjalanan demokrasi di Indonesia.

Pertama kali didirikan, sejumlah tokoh besar maupun pengurus Gerindra sudah akrab dengan kalangan masyarakat bawah, terutama petani dan buruh. Tengok saja, bagaimana Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto secara berturut-turut ikut berkecimpung dalam pengembangan kesejahteraan petani melalui Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Bagi Gerindra, melaksanakan program ekonomi kerakyatan merupakan langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Targetnya pun tidak main-main, yakni di antaranya mencetak dua juta hektare lahan baru untuk meningkatkan produksi beras, jagung, kedelai, tebu sehingga dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta orang.

Selain kemandirian sektor pangan, Gerindra juga memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki ketahanan energi, sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Hanya dengan langkah demikian, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri di segala sektor, sehingga dapat diperhitungkan oleh negara lain, sekaligus menuju negara yang lebih maju.

Sejak awal didirikan, Gerindra sudah diperkuat oleh jutaan kader dan anggota. Sebagai partai yang menjunjung tinggi kemandirian, Gerindra mendapatkan sumber keuangan partai, baik dari iuran anggota/pengurus partai, sumbangan yang tidak mengikat, hingga bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Untuk memperkuat sumber keuangan partai, Gerindra bahkan sudah menerapkan sumbangan penghasilan dari anggota DPR dan DPRD dari Partai Gerindra yang besarnya mencapai 25 persen dari penghasilan yang diterima.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk mengusung Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden (capres). Seluruh kader partai kompak mengawal majunya mantan komandan jenderal Komando Pasukan Khusus (danjen Kopassus) itu untuk menuju RI 1.

Kendati demikian, Gerindra belum memutuskan siapa calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung untuk mendampingi Prabowo. Saat ini Gerindra tengah mengkaji dan memikirkan dari berbagai aspek, terutama melihat sisi elektabilitas figur cawapres tersebut. Jika nanti ada partai lain mengajukan nama cawapres seperti diinginkan masyarakat mendampingi Prabowo, semisal Jusuf Kalla atau Mahfud MD, Partai Gerindra tetap akan mempertimbangkan elektabilitas figur tersebut.

Elektabilitas Prabowo
Ketua Umum Gerindra, Suhardi, menjelaskan pada Pemilu 2014 partainya menargetkan memperoleh minimal 20 persen suara dukungan. Walaupun terbilang cukup berat, karena pada Pemilu 2009 lalu saja hanya memperoleh 4,46 persen, namun hasil tersebut dirasakan cukup realistis, mengingat terus menguatnya elektabilitas ketokohan Prabowo di mata masyarakat. Untuk dapat mencapai hasil maksimal, seluruh mesin partai akan terus bekerja keras mendongkrak perolehan suara, baik itu perolehan suara legislatif maupun presiden.

“Partai Gerindra memang harus menang mutlak. Berbagai hal terus kami lakukan, seperti pengkaderan, pelatihan, kampanye lewat media, hingga perbaikan struktur partai hingga lapisan bawah, terus kami maksimalkan,” kata Suhardi.

Dikatakan, target perolehan suara minimal 20 persen suara bukanlah sesuatu yang muluk. Berpatokan pada berbagai survei, elektabilitas Partai Gerindra terus meningkat seiring dengan semakin dekatnya perhelatan akbar Pemilu 2014.

Bila target tersebut tercapai, maka Gerindra dapat mengajukan capres Prabowo. Syarat mengajukan capres, seperti pada Pilpres 2009, yakni parpol atau gabungan parpol yang memperoleh minimal memperoleh 25 persen suara nasional atau 20 persen kursi di DPR.

Untuk itu, Gerindra pun mengumpulkan dukungan dari partai yang tidak lolos verifikasi sebagai peserta pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang pada Pemilu 2009 berada di urutan 12 dengan 1,5 juta pemilih atau 1,47 persen suara, sudah resmi bergabung. Hingga kini komunikasi intensif juga dilakukan Gerindra dengan sejumlah partai yang dinyatakan tidak lolos pemilu oleh KPU, seperti Partai Kedaulatan, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Buruh, PPN, dan lain sebagainya.

Menurut Suhardi, hasil survei sudah cukup mencerminkan apa yang sudah menjadi realitas di tengah masyarakat. Survei kecil-kecilan pun kerap dilakukan ketika bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama masyarakat kalangan bawah.

”Sangat mencerminkan aspirasi di masyarakat. Pergi kemana saja, nama Prabowo Subianto disebut. Bertanya pada tukang ojek, sopir taksi, pedagang pasar, petani, dan lainnya, mereka mengenal Prabowo,” kata Suhardi.

Dijelaskan, elektabilitas capres Prabowo Subianto seperti ditunjukkan pada berbagai hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei juga tentunya akan menjadi modal Partai Gerindra. ”Semua sudah menjadi kemauan masyarakat. Bagi kami sekarang adalah bagaimana mengawal keinginan rakyat,” ucapnya.

Ditegaskan Suhardi, Gerindra saat ini tidak merasa diuntungkan dengan anjloknya elektabilitas beberapa partai besar akibat tersandera kasus korupsi. Namun demikian, diakuinya masyarakat sudah lebih pintar dan jernih dalam menentukan pilihannya mendatang. “Kalau kemudian banyak orang pindah ke Gerindra, harus disyukuri. Itu merupakan tujuan kita bersama. Kita harus ambisius karena untuk mengubah negara ke arah yang lebih baik harus menang mutlak,” ucap Suhardi.

Pengamat politik dan Direktur Indo Barometer, M Qodari menyatakan meski elektabilitas dan popularitas Prabowo terhitung tinggi, terutama dalam beberapa hasil survei terakhir, namun peluangnya maju sebagai capres masih sangat tipis. Terlebih sejauh ini , belum ada parpol besar, selain Gerindra, yang sudah memberi komitmen akan bergabung mengusung Prabowo.

“Gerindra sendiri belum bisa diandalkan mampu memenuhi persyaratan presidential threshold yang mungkin tetap, tapi mungkin juga naik,” kata Qodari.

Selama ini, walaupun sering digembar-gemborkan bahwa Gerindra merupakan mitra koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), namun sulit rasanya partai berlambang banteng tersebut menerima pencapresan Prabowo, lantaran PDIP tentu sudah memiliki calon sendiri.

Di ruang lingkup internal PDIP, resistensi terhadap Prabowo pun semakin lama kian meluas. Terlebih, sebagai parpol besar, PDIP memiliki psikologi politik dan gengsi bila mengusung kandidat dari parpol lain. Itulah sebabnya muncul kemungkinan, kalaupun Prabowo ingin terus bergandengan dengan PDIP, kemungkinan hanya sebatas menjadi cawapres.

Visi

Menjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi

  • Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
  • Mendorong pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing.
  • Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat.
  • Menegakkan supremasi hukum engan mengedepankan praduga tak bersalah dan persamaan hak di depan hukum.

Pengurus

Ketua Umum: Suhardi
Sekretaris Jenderal: Ahmad Muzani
Bendahara Umum: Muliatna Djiwandono

Alamat: Jl. Harsono RM no. 54, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12160
Telp. 021 7892377, 7801396
http://partaigerindra.or.id
Twitter: @Gerindra

Sumber : Ayovote.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: